Mahasiswa KKN T Universitas Alma Ata Yogyakarta Gencarkan Sosialisasi Bahaya Miras di Karang Taruna Paten

Paten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN T) Universitas Alma Ata menggelar sosialisasi tentang bahaya minuman keras (miras) kepada anggota Karang Taruna di Patten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pemuda, tentang dampak negatif konsumsi miras bagi kesehatan, sosial, dan masa depan generasi muda.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bekerja sama dengan tokoh masyarakat  untuk memberikan edukasi yang komprehensif. Mereka menjelaskan berbagai risiko yang ditimbulkan oleh konsumsi miras, seperti gangguan kesehatan, peningkatan angka kriminalitas, serta menurunnya produktivitas di kalangan pemuda. Penyalahgunaan miras juga sering kali dikaitkan dengan tindakan kekerasan, kecelakaan lalu lintas, dan perilaku menyimpang lainnya yang berdampak buruk bagi kehidupan sosial.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan mereka,” ujar Ratna salah satu mahasiswa KKN. Ia menambahkan bahwa miras dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, penurunan daya pikir, serta meningkatkan risiko kecanduan yang sulit diatasi.

Selain pemaparan materi, acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan simulasi dampak miras terhadap perilaku seseorang. Peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka terkait miras di lingkungan sekitar. Simulasi tersebut memperlihatkan bagaimana alkohol dapat mempengaruhi keseimbangan, daya pikir, serta pengambilan keputusan seseorang, sehingga para peserta lebih memahami risiko nyata dari konsumsi miras.

Ketua Karang Taruna Paten menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi para pemuda. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa KKN T Universitas Alma Ata. Sosialisasi ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi kami,” ujar Febriyanto salah satu anggota Karang Taruna. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam mencegah penyalahgunaan miras dengan memberikan contoh positif bagi generasi muda.

Selain sosialisasi, mahasiswa KKN T juga memberikan rekomendasi program pencegahan miras, seperti pelatihan keterampilan bagi pemuda, kegiatan olahraga, serta pembentukan kelompok diskusi yang berfokus pada gaya hidup sehat. Dengan adanya program-program ini, diharapkan para pemuda dapat memiliki alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat dan menjauhi pengaruh negatif dari miras.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN T berharap dapat menumbuhkan kesadaran yang lebih besar di kalangan pemuda tentang pentingnya menjauhi miras dan menjalani gaya hidup sehat. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dilakukan di berbagai wilayah untuk menciptakan generasi muda yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab. Harapannya, sosialisasi ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang mampu mengubah pola pikir dan perilaku pemuda terhadap miras. Dengan dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan, diharapkan kasus penyalahgunaan miras dapat ditekan dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih cerah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *